For Fanfic Area

Because I’m Women (2/2)

Tittle      : Because I’m A Woman (2/2)

Author  : Vhii Kikey Lockstar

Cast        :

  • Park Sun Hye
  • Kim Jonghyun

Cameo   :

  • Shin Se Kyung
  • Kim KeyBum

Rating   : PG+15

Genre    : Romance, Angst little little (?), bit comedy

Length  : 2shoot

Backsound :

  1. Because I’m Women (IU)
  2. I Love You (Taeng Onnie Q)
  3. Good Day (IU)

NB : Dengerin lagu2 di atas sesuai tempatnya yah hhe :D

JANGAN LIAT KALAU GAMBARNYA JELEK

JANGAN BUKA KALAU GAK MAU BACA

JANGAN BACA KALAU GAK MAU KOMEN

JANGAN KOMEN KALAU CUMA MAU BASHING

JANGAN JANGAN JADI SIDERS (?)


(Sun Hye Pov)

Tuhan apakah mungkin aku bisa melupakan Jonghyun?

Aku memang di sakiti olehnya, tapi aku mencintainya Tuhan.

Apa yang harus ku lakukan sekarang ? bercerai atau bertahan dengannya?

Oh jika aku berCerai dengannya aku tak yakin aku bisa dengan mudah melupakannya

Tapi…

Jika aku bertahan dengannya itu akan makin menyiksa fisik dan batinku.

Tapi untuk apa aku memilih lagi, toh surat cerainya kan sudah ku berikan pada Jonghyun dan pasti Jonghyun akan menandatangani surat cerai itu, jadi untuk apa tadi aku pusing-pusing memikirkannya dasar babo. Aku memukuli kepalaku sendiri dengan tangan kananku.

*

“Annyeong” sapaku pada orang-orang yang berada di rumah

“Kau sudah pulang saying?” Tanya oemma seraya beranjak dari sofa

“Seperti yang oemma lihat sekarang.” Jawabku

“Apa dia mau menandatangi surat cerai itu?” Tanya Appa

“Pasti.” Jawabku mantap

“Kau yakin sayang?” Tanya Oemma ragu

“Yakin sekali oemma, mana mungkin Jonghyun menolak untuk tanda tangan, bercerai dariku itulah yang di inginkannya sejak dulu.” Jawabku

Oemma menatapku tak percaya begitu juga dengan appa.

“Setelah bercerai dengannya apa rencanamu?” Tanya appa

“Entahlah.” Jawabku malas seraya menaiki anak tangga untuk menuju kamarku.

Brakk

Aku membanting pintu kamarku hingga menimbulkan suara yang begitu nyaring, aku menjatuhkan tubuhku ke atas kasur, ku lihat langit-langit kamarku dengan tatapan kosong dan hampa.

Yang ada di otak ku sekarang ada Jonghyun, semua yang ada di kepalaku isinya hanya Jonghyun. Oh ku rasa aku bisa gila jika terus-terusan memikirkannya, Tuhan bisakah kau membiarkan ku melupakan namja bernama Kim Jonghyun itu? Ku mohon jangan siksa aku dengan cara seperti ini.

Tanpa terasa bulir-bulir air mata telah jatuh membasahi pipiku, bulir-bulir air mata yang jatuh karena kesedihan dan ketakutan.

Kesedihan karena akan berpisah dari orang yang kucintai

Dan

Ketakutan karena takut tak akan bisa bersama orang itu lagi.

(End Sun Hye Pov)

*

(Jonghyun Pov)

“Oppa! Kau baik-baik saja kan?” Tanya Se Kyung dari lantai atas

“Nan gwenchanayo.” Jawabku seraya beranjak dari posisi duduk di depan pintu tadi

Aku menutup pintu rumahku dan berjalan dengan lesu ke arah anak tangga, ku naiki satu persatu anak tangga itu dengan tidak semangat.

Sesampainya di lantai dua tiba-tiba Se Kyung langsung memeluk ku.

“Se Kyung ku mohon jangan sekarang.” Ujarku seraya mencoba melepas pelukan Se Kyung

“Kau kenapa oppa? Apa yeoja gila itu meracuni pikiran mu huh?” Tanya Se Kyung

“Dia bukan yeoja gila.” Aku membentak pada Se Kyung

“Sun Hye tidak pernah meracuni otak ku ara!” tambahku lagi

“Oppa, kau… kau kejam!!” pekik Se Kyung, mata indah Se Kyung kini mulai mengeluarkan bulir-bulir air mata

“Aku mau pulang saja.” Ujar Se Kyung seraya berlari menuruni anak tangga rumahku

“Pulang saja sana!” Teriakku tak peduli

Brakkkkk

Se Kyung membanting pintu rumahku hingga menimbulkan suara yang begitu keras, tapi biarlah aku malas mengurusinya dia itu hanyalah yeoja manja yang bisanya hanya merengek.

Aku turun kelantai bawah, bermaksud untuk mengambil kunci mobil dan pergi keluar untuk menenangkan diri, tapi niat itu ku urungkan saat kedua bola mataku melihat amplop coklat yang di berikan Sun Hye tadi berada di atas meja.

Aku menyambar amplop coklat dari atas meja itu dan membuka surat-surat yang terdapat di dalamnya, ku lihat Sun Hye sudah menanda tangani surat itu.

“Jadi Sun Hye benar-benar ingin berpisah denganku.” Batinku dalam hati

Aku mengambil sebuah bolpoint yang terdapat di laci meja ruang tamu dan tanpa pikir panjang lagi aku langsung menandatangani surat cerai itu.

Ku ambil ponselku dari dalam saku celanaku dan kemudian aku menelpon Sun Hye.

“Yeobseyo.” Sapa Sun Hye lembut

“Aku ingin bertemu di café choundong jam 3 sore nanti.” Ujarku

“Okay.” Jawabnya seraya langsung memutus sambungan telponku

(Author Pov)

Tok…tok…tok…

“Nugu?” Tanya Sun Hye

“Ini aku… Key.” Jawab Key

“Oh… masuk saja Key pintunya tidak ku kunci kok.” Perintah Sun Hye

Cklek terdengar suara handle pintu berputar dan engsel pintu bergeser

“Kau sedang apa?” Tanya Key saat ia melangkahkan kakinya masuk ke kamar Sun Hye

“aku sedang membaca novel.” Jawab Sun Hye seraya melebarkan senyumnya

“Sun Hye.” Panggil Key

“Ya…ada apa?” Tanya Sun Hye seraya mendongak ke atas

“ayo kita jalan-jalan, sebentar saja. Kau mau?” tawar Key

“Boleh.” Jawab Sun Hye tanpa pikir-pikir lagi seraya langsung beranjak dari kasurnya, dan menarik tangan Key keluar dari kamarnya.

*

Key menghentikan mobilnya di sebuah taman bermain.

“Taman bermain?” gumam Sun Hye pelan tapi masih mampu di dengar oleh telinga Key

“Yeah taman bermain, Ayo kita turun dan menikmati wahana-wahana yang terdapat di sini.” Seru Key seraya langsung keluar dari dalam mobilnya dan kemudian di ikuti oleh Sun Hye.

Mereka berjalan berduaan di taman bermain itu bak seorang kekasih, mencari wahana yang seru dan menantang adrenalin mereka. Tapi wahana wahana yang mengasyikan seperti komedi putar juga tak lupa untuk mereka mainkan yap karena walau permainan itu tidak menegangkan tapi permainan itu cukup asyik.

Setelah mencoba beberapa wahana yang terdapat di taman bermain tersebut merekapun akhirnya memutuskan untuk beristirahat sejenak.

“Hahaha permainan komedi putarnya tadi seru sekali ya.” Ujar Sun Hye girang

“Yap, eumm bagaimana kalau kita mampir di café itu.” Ujar Key seraya menunjuk ke arah sebuah café.

“Baiklah, kau yang teraktir ya.” Canda Sun Hye

“Okay.” Ujar Key

“Aku hanya bercanda.” Ujar Sun Hye seraya berjalan mendahului Key.

Melihat tingkah Sun Hye yang lucu Key hanya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Chocolate cake dan Juice Strawberry.” Pinta Sun Hye pada seorang pramusaji yang berada di depan mejanya, dengan cepat pramusaji itu mencatat pesanan Sun Hye seraya kemudian beralih melirik Key

“Aku pesan Strawberry cake dan Juice Chocolate.” Pesan Key dan sekali lagi pramusaji itu menulis pesanan Key di atas sebuah kertas

“Segera datang.” Ujar Pramusaji itu seraya kemudian berlalu meninggalkan Key

“Sun Hye boleh aku bicara padamu?” Tanya Key setelah pramusaji itu pergi

“Tentu, kau mau bicara apa Key?” Tanya Sun Hye balik

“Mmm… aku takut kau marah.” jawab Key takut-takut

“marah? Untuk apa marah? Hahaha.” Sun Hye terkekeh mendengar jawaban Key

“Katakan saja. Aku tidak akan marah kok.” Tambah Sun Hye

“benar?” Tanya Key memastikan

“Yeah.” Jawab Sun Hye mantap

“Sun Hye.”panggil Key

“Eumm.” Gumam Sun Hye seraya mengangkat sedikit kepalanya

“Maukah…” Key menggantungkan kata-katanya

Sun Hye manutkan alisnya, matanya menatap Key heran dan penasaran.

“Mau apa?” Tanya Sun Hye penasaran

“Jadi kekasihku?” Tanya Key seraya mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna biru laut.

Dan saat Key membuka kotak itu, di dalamnya terdapat sebuah cincin

“Are you kidding ?” Tanya Sun Hye tak percaya

“aku tidak bercanda Sun Hye, aku sungguhan.” Jawab Key mantap

“Aku…” Sun Hye menggantungkan kata-katanya

“AKu tidak bisa menerimamu, maaf Key.” Sesal Sun Hye

“kenapa?” Tanya Key lirih

“Aku… aku mencintai Jonghyun.” Jawab Sun Hye

“Tapi Jonghyun tidak mencintai mu, lagi pula kalian akan bercerai.” Ujar Key tak percaya

“yeah mungkin Jonghyun tidak mencintaiku dan kami akan segera bercerai, tapi di hatiku hanya ada Jonghyun, dan sepertinya sangat susah untuk melupakan Jonghyun.” Ujar Sun Hye

“Tolong Sun Hye kau pikirkan lagi kepurusanmu.” Pinta Key memelas

“Mian Key, aku tidak bias. Aku tidak mencintaimu.” Jelas Sun Hye dengan penuh penyesalan

“Gwenchana. Aku bias mengerti.” Ujar Key mencoba mengerti

“Gomawo Key, kau memang namja yang paling baik di dunia ini.” Puji Sun Hye

Key hanya tersenyum miris, sedang Sun Hye tersenyum gembira karena sahabatnya mau mengerti keadaannya. Dan Sun Hye berjanji dalam hatinya, jika ia sudah bercerai dengan Jonghyun, Sun Hye akan berusaha untuk menerima cinta Key.

“Ayo kita main lagi.” Ajak Key

Awalnya Sun Hye mengangguk mengiyakan, namun ia langsung menolak ajakan Key seketika ia melihat jam tangannya.

“Maaf Key aku tidak bias bermain lagi.” Tolak Sun Hye

“Wae?” Tanya Key penasaran

“Aku ada janji, jam 3 sore ini.” Jelas Sun Hye

“Dengan?” Tanya Key

“Dengan Suzy.” Jawab Sun Hye berbohong

“Mau ku antarkan?” tawar Key

“Ah tidak usah Key, aku bisa ke sana sendiri.” Tolak Sun Hye lembut

“Baiklah.” Ujar Key berusaha menerima

“Kalau begitu aku duluan ya. Annyeong.” Pamit Sun Hye seraya kemudia berlalu meninggalkan Key.

(End Author Pov)

(Sun Hye Pov)

“Ayo kita main lagi.” Ajak Key

Awalnya aku mengangguk mengiyakan, namun langsuk ku tolak ketika aku melihat jam tanganku menunjukkan pukul setengah tiga, aku teringat bahwa jam tiga nanti aku harus menemui Jonghyun .

“Maaf Key aku tidak bias bermain lagi.” Tolak ku

“Wae?” Tanya Key penasaran

“Aku ada janji, jam 3 sore ini.” Jelas ku

“Dengan?” Tanya Key (lagi)

“Dengan Suzy.” Jawab ku berbohong, mian Key aku membohongimu, jujur aku tidak bermaksud apa-apa tapi aku harus berbohong agar kau tak makin terluka.

“Mau ku antarkan?” tawar Key padaku

“Ah tidak usah Key, aku bisa ke sana sendiri.” Tolak ku lembut

“Baiklah.” Ujar Key berusaha menerima

“Kalau begitu aku duluan ya. Annyeong.” Pamitku seraya kemudia berlalu meninggalkan Key.

Saat aku keluar dari café, mataku melihat sebuah taxi yang datang dari arah sebelah kiriku dan dengan cepat aku memanggil taxi itu.

“Taxi!!!” panggilku

Taxi itu berhenti tepat di depanku, aku membuka pintu taxi dan langsung masuk ke dalamnya.

“Café Choundong.” Perintahku dan dalam hitungan detik taxi itu sudah melaju meninggalkan pekarangan café tempat aku dan Key ngobrol tadi.

*

Setelah 20 menit menempuh perjalanan akhirnya mobil taxi itu berhenti tepat di tempat yang ku perintahkan tadi.

“Berapa pak?” tanyaku pada Supir taxi

“lima belas ribu won.” Jawab Supir taxi itu

“ini.” Kataku seraya menyerahkan beberapa lembar uang won kepada supir itu

“Kamshamnida.” Ujarku berterimakasih seraya kemudian keluar dari dalam mobil taxi itu dan berjalan masuk ke dalam café.

Ku lihat jam tangan ku jam 3 kurang 10 menit, mungkin jonghyun belum datang. Aku membuka pintu café dan melangkahkan kakiku ke dalamnya.

Sesampainya di dalam café, mataku terus menjelajahi tiap-tiap meja yang berada di dalam, tujuannya tak lain dan tak bukan adalah untuk mencari sosok Jonghyun,

“Benar dugaanku dia belum dating.” Batinku, tapi ternyata perkiraan ku salah ke tika seseorang memanggilku dari pojok café ini.

“Park Sun Hye.” Panggilnya (Jonghyun) suara ini aku kenal, itu suara Jonghyun.

Aku berbalik dan mendapati sosok Jonghyun sedang duduk di meja paling pojok yang berada di dekat jendela café.

“Kau lama sekali.” Keluhnya

“Benarkah? Kurasa aku tidak lama.” Ujarku

“Aku menunggumu di sini hampir tiga puluh menit lamanya.” Ujar Jonghyun

Aku membulatkan mataku tak percaya, hampir setengah jam Jonghyun duduk sendirian di café seramai ini hanya untuk menungguku. AKu menggeleng-gelengkan kepalaku tak percaya.

“Kau kenapa? Tidak percaya.” Tanya nya

“Yeah, aku percaya.” Ujarku dengan nada mengejek seraya menarik kursi yang berada di depan meja Jonghyun.

“Sudah kau tanda tangani?” tanyaku langsung padanya

“sudah.” Jawabnya santai

“lalu mana sekarang surat cerainya?” tanyaku sambil mengulurkan tangan kanan ku

“mau kau buat apa?” Tanya Jonghyun

“Mau ku berikan pada pengadilan.” Jawabku mencoba sesantai mungkin

“apa kau yakin?” Tanya Jonghyun ragu

“Iya aku yakin.” Jawabku santai dan mencoba bersikap bahwa aku benar-benar yakin dan serius

“Apa masih ada yang ingin kau bicarakan?” tanyaku pada Jonghyun

“Tidak.” Jawabnya sambil membuang muka ke arah Jendela

“Kalau begitu aku permisi.” Kataku seraya beranjak dari kursi di café itu, namun sebelum aku benar-benar pergi aku membungkuk empat puluh lima derajat di depan Jonghyun.

“Maaf aku tidak bisa menjadi istri yang baik bagimu.” Ujarku sambil membungkuk  empat puluh lima derajat (lagi) kemudian berlalu meninggalkan Jonghyun.

Aku berjalan dengan agak cepat, air mataku perlahan jatuh membasahi pipiku. Jujur aku sudah tak sanggup menahan air mata ini, air mata yang tercipta karena aku akan berpisah dari Kim Jonghyun orang yang paling kucintai dan paling tidak mencintai aku.

Aku menghapus air mataku dengan telapak tanganku, saat aku hendak membuka pintu café tiba-tiba ku rasakan dua buah tangan yang besar dan beroto memelukku dari belakang dengan kuat.

“Jangan pergi, jangan tinggalkan aku, aku mencintaimu.” Bisiknya lirih di telingaku

Suara ini, dia adalah Kim Jonghyun. Aku terpaku di depan pintu café, rasa tak percaya menyelimuti diriku saat ini. Desahan nafas Jonghyun terasa sekali di tengkukku membuatku sedikit geli.

“Ku mohon jangan tinggalkan aku Sun Hye~ah, aku sadar aku mencintaimu.” Bisiknya lirih tepat di telingaku membuatku sedikit geli apalagi saat ia menggigit cuping telingaku.

Aku berbalik dan balas memeluknya.

“Kau kira aku mau berpisah denganmu apa!.”racauku  sambil memeluknya erat, bulir-bulir air mata sekali lagi jatuh di pipiku, aku menangis di dalam pelukan Jonghyun.

“Don’t cry my lover.” Pinta Jonghyun

“…” aku hanya diam dan terus menangis di pelukan Jonghyun

Jonghyun menarikku keluar dari dadanya, di pegangnya daguku dan dia menatapku lekat-lekat. Tiba-tiba cup sebuah ciuman kilat di berikannya padaku. Membuatku terkejut ,terdiam dan sontak berhenti menangis. Jonghyun gila, apakah dia tidak sadar bahwa ini tempat umum?

(End Sun Hye Pov)

(Jonghyun Pov)

“apa kau yakin?” Tanyaku sedikit ragu padanya

“Iya aku yakin.” Jawab Sun Hye santai, tapi aku dapat melihat dari matanya bahwa ia sedang deg-degan dan mencoba memaksakan keadaan.

“Apa masih ada yang ingin kau bicarakan?” tanyanya padaku

“Tidak.” Jawabku seraya membuang muka ke arah jendela sembari melihat mobil yang berlalu lalang di depan café ini

“Kalau begitu aku permisi.” Katanya seraya beranjak dari kursi yang di dudukinya tadi, ekor mataku dapat melihat bahwa Sun Hye membungkuk empat puluh lima derajat padaku dan kemudian mengatakan sesuatu padaku.

“Maaf aku tidak bisa menjadi  istri yang baik bagimu.” Ujar Sun Hye seraya membungkuk lagi padaku dan kemudian berlalu meninggalkanku.

Aku mencoba tidak menghiraukannya dan tetap berpura-pura melihat ke luar café tapi aku tidak bisa, aku harus menahannya. AKu berpaling dari arah jendela dan melihat Sun Hye berjalan denga agak cepat, aku beranjak dari kursiku dan berlari mengejarnya dan aku langsung memeluknya saat ia sudah hampir membuka pintu alias memegang handle pintu café.

“Jangan pergi, jangan tinggalkan aku, aku mencintaimu.” Bisikku lirih tepat di dekat telinga Sun Hye

Aku merasa Sun Hye sedikit terpaku dan tak percaya karena bisikanku tadi.

“Ku mohon jangan tinggalkan aku Sun Hye~ah, aku sadar aku mencintaimu.” Bisikku lirih tepat di telinganya dan kemudian aku menggigit cuping telinganya karena aku ingin menggigitnya. *ojjong oppa bo’ong tuh, bilang ke bawa nafsu nape?*

Sun Hye berbalik dan balas memelukku.

“Kau kira aku mau berpisah denganmu apa!.” racaunya sambil memeluk tubuhku erat, kurasakan bajuku basah, sepertinya Sun Hye menangis, Oh Tuhan aku membuatnya menangis lagi.

“Don’t cry my lover.” Pintaku pada Sun Hye

“…” Sun Hye tak bergeming sedikitpun dan terus-terusan menangis di dadaku.

“Aduh apakah ada cara agar membuatnya diam.” Batinku dalam hati

Tiba-tiba sebuah ide gila mampir di otakku, aku bingug apakah aku harus melakukannya? Tapi ini kan tempat umu mana mungkin aku melakukannya.

“hhhh….” Aku menarik nafas perlahan

Perlahan-lahan aku menarik Sun Hye keluar dari dalam pelukanku, ku pegang dagunya dan kemudian aku terus mendekatkan wajahku ke dekat wajahnya, dan

Chu~

Ku berikan ciuman kilat pada Sun Hye, dan benar Sun Hye langsung berhenti menangis.

“Kau gila Kim Jonghyun?” Tanya Sun Hye padaku

“Iya aku gila. AKu gila karenamu.” Jawabku mantap

“Ini tempat umu, dan lihat sekarang semua orang melihat kita.” Ujar Sun Hye

Aku menoleh ke belakang dan benar saja semua orang pengunjung café sedang tertuju pada kami sekarang.

“Aku tak peduli dengan orang-orang itu. Karena bagiku dunia ini hanya ada kita berdua.” Ujarku sumringah

“Babo.” Ujar Sun Hye seraya menjitak kepalaku

“Errrrr… apakah kau akan tetap menyerahkan amplop itu ke pengadilan?” tanyaku seraya melirik ke amplop yang di pegang oleh tangan kanan Sun Hye

“maybe…” ujarnya seraya tersenyum nakal

Aku menekuk wajahku dan memanyunkan bibirku

“No…” lanjut Sun Hye seraya membuang amplop itu ke tong sampan yang berada tidak jauh dari tempat kami berpijak sekarang.

“Saranghae.” Kataku pada Sun Hye tulus

“Na do saranghae.” Balas Sun Hye padaku

Aku langsung memeluk Sun Hye dan kemudian mencium bibirnya, ku lihat Sun Hye menutup matanya saat aku mencium bibirnya.

Dapat ku dengar semua orang menyoraki kami, bagaimana tidak kami berciuman di depan umum.

Aku melepas ciuman Sun Hye dan mengajaknya keluar dari café.

“Mau kemana?” Tanya Sun Hye saat aku menarik tangannya keluar dari dalam café

“Pulang ke rumah kita.” Jawabku seraya tersenyum kecil pada Sun Hye

Aku mengajaknya ke tempat mobilku di parkir ku bukakan pintu mobil untuknya bak seorang pangeran yang sedang mempersilahkan sang putri masuk ke dalam kereta kencana.

Setelah Sun Hye masuk ke dalam mobil aku pun juga masuk ke mobil.

Aku memasang sabuk pengamanku dan bersiap hendak menstarter mobil tapi tiba-tiba Sun Hye berbicara padaku

“Bagaiamana dengan Se Kyung~sshi?” Tanya Sun Hye tiba-tiba

Aku menoleh ke arah Sun Hye, benar juga ya, aku kan belum memutuskan Se Kyung. Tapi tidak lagi mulai detik ini.

“Itu mudah.” Jawabku santai

Aku mengambil ponselku yan berada di saku kemeja ku.

Dan memencet nomor-nomor yang tertera di atas keypad.

“Yobseyo…” jawab Se Kyung
“Se Kyung~ah.” Panggilku

“Ada apa oppa ? mau minta maaf?” tanyanya antusias

“Aniya, aku Cuma mau bilang bawasannya mulai hari ini kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi.” Jawabku

“Ma…maksud oppa?” tanyanya tergagap

“Maksudku mulai hari ini kita putus.” Jawabku mantap

“tap…”

Belum sempat Se Kyung berbicara aku sudah menutup sambungan telpon dengannya.

“Mudah sekali kau memutuskan seseorang.” Kata Sun Hye tiba-tiba

“Hahaha…” aku terkekeh di buatnya

“Hahaha… tidak lucu.” Ujarnya lagi

Aku hanya menggelengkan kepalaku dan langsung menancap gas mobilku. Dan meninggalkan pekarang café tempat aku dan Sun Hye melakukan adegan Kissue.

*Fin*

Akhirnya selesai juga fuih *lapkeringatkey (loh?)

Bagus gak? Terimakasih atas pujian dan hinaannya *bow*

Vhii bikinnya ini buru-buru banget jadi finnya rada geje *LOL*

Kemarin banyak reader yang bilang kalau part yg kemarin kurang panjang n mereka minta part endx buat di panjangin.

Dan sudah Vhii turutin, part ke duanya Vhii buat lebih panjang.

Masih kurang panjang?

Kalau masih kurang panjang reader lanjutin ndiri yah xixixixixi *ketawagejebarengkey

Vhii bakal bikin Sequelnya Because I’m Women tapi kalau respon dari reader banyak, mau gak?

Kalau mau bilang yah… ^^

Ok kayax Vhii dh bnyk bicara, so Vhii mau ngemeng dikit lagi *kirain udah mau berhenti ngomong #Ngek

Vhii minta RCLx yah jangan lupa ok…

Coment kalian seperti oxsigen buat Vhii terus membuat karya-karya ancur,geje,dan super duper aneh (sda) hhe :D

Maklum ya kalau ff yg vhii buat selalu gk genah,aneh alias geje, dan alurnya muter. Vhii kan sarav (?), kanibal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s